Plus & Minus HP Cina Android


Sobat abc83, kali ini saya tidak share aplikasi, tutorial, atau ebook. Hari ini saya hanya ingin share segelintir pengalaman saja. Postingan ini berawal dari berbagai pertanyaan dari teman-teman saat mereka mau membeli smartphone android. Mereka bingung dalam menentukan pilihan merk HP android untuk mereka sendiri. Kadangkala saya menyarankan mereka membeli Samsung, Sony, atau Asus bagi mereka yang dalam hemat saya memiliki cukup uang; dan saya menyarankan untuk membeli “HP Cina” bagi mereka yang menurut ukuran saya lebih suka yang ekonomis (sama seperti saya).

Muncul persoalan lain… ketika ingin membeli HP Cina, mereka bingung mau pilih yang mana. Di pasaran Indonesia, setidaknya ada beberapa merk HP Cina yang cukup populer, di antaranya adalah:

  1. Nexian
  2. Cross/Evercoss
  3. Mito
  4. Maxtron
  5. Oppo, dll.

Nah, saya akan berbagi pengalaman saya selama menjadi pengguna HP Cina Android, serta pengalaman mengoprek, meng-upgrade, mereparasi, dan sebagainya…

Selama saya menggunakan HP Cina Android, belum ada yang benar-benar memuaskan selera teknologi saya. Tetapi diantara merk-merk yang saya sebutkan di atas (saya sudah pernah menggunakan semuanya!), pertama kali saya menggunakan Nexian (Nexian Cronos Journey Mi-320), bahkan sayalah yang menjadi pionir komunitas Cronos di FB🙂. Sepanjang penggunaan Nexian, bagi saya Nexian adalah salah satu smartphone yang cukup “tahan banting.” Nexian sangat kuat dari segi desain chasing, serta dari segi penempatan hardware di dalamnya. Dengan desain yang ada, Nexian sangat kuat secara fisik. Sayangnya dari segi baterai, Nexian tidak dapat diandalkan, terutama saat sedang berinternet pada jaringan H+/3G/4G/LTE.

Cross, saya pernah menggunakan Cross A7 ber-OS Android GingerBread. HP Ini kekurangannya terletak pada speaker yang terlalu nyaring, serta tombol power dan volume yang mudah rusak. Tetapi sampai sejauh ini, saya menilai itu persoalan maintenance saja. Saya pernah sekali mengganti speaker dan terminal charging. Baterai Cross agak lumayan lebih baik saat berinternet dibandingkan dengan Nexian.

Mito, barangkali merk atau produk yang belum pernah menyentuh hati saya sedikitpun. Pertama, saya mencoba menggunakan Mito A300 ber-OS Android ICS. Sayangnya, selain LCD-nya yang kurang “asyik” saat multitouching, juga baterainya yang sangat cepat habis daya (sangat tidak masuk akal). Saya pikir mungkin ini masalah baterainya, tetapi saat saya menggantinya dengan baterai yang lain, ternyata sama saja. Saya pikir masalah ROM-nya, saat saya coba melakukan flashing custom ROM, juga ROM racikan saya sendiri, toh sama saja. Masalahnya pasti terletak pada komponen hardwarenya, yang tidak akan saya bahas pada bagian ini. Kemudian, saya membelikan Mito T777 (tablet) sebagai hadiah (yang memalukan dan memilukan) untuk isteri saya. Belum sampai satu bulan penggunaan, Mito-nya sudah bootloop (muncul logo mito, mati, muncul lagi, mati lagi, tak pernah masuk ke sistem) padahal belum diapa-apain juga sama saya. Saya coba reset tetapi hasilnya sama saja. Saya search di internet, belum ada forumnya, namun saya mendapatkan ada konsumen lain di luar sana yang mengalami keluhan yang sama. Saya coba menghubungi perusahan Mito, betapa kagetnya saya… tidak ada nomor yang dapat dihubungi tertera pada buku panduan atau dokumen apapun dalam kardus-nya. Kok saya jadi curhat yah… Ini mungkin kekurangan atau kegagalan produksi saja, tidak semua produk Mito seperti ini tentunya :-p

Maxtron, saya rasa untuk berinternet, merk ini dapat diandalkan. Saya pernah menggunakan Maxtron Amor I dan II. Dalam hemat saya, Maxtron memiliki baterai yang cukup baik meskipun saat berinternet sambil dengarin musik non-stop, setidaknya tengah malam barulah di-charge lagi. Sayangnya, untuk Maxtron Amor, masalahnya terletak pada Touchscreennya dan chasingnya yang rapuh…

Oppo, ini HP mahal harganya. Secara daya, Oppo memiliki daya baterai yang cukup baik, dan jaringan yang cukup bagus. Dari segi tampilan juga sangat bagus dan hasil jepretan kamera juga bagus. Tetapi, internal storagenya sangat cepat penuh. Anda tidak perlu menginstal banyak aplikasi, karena cache dan dalvik dari aplikasi bawaan sistem sudah akan memenuhi ruangan partisi internal sehingga habislah… pada abc83 anda bisa menemukan solusi untuk hal ini…

Nah, demikianlah pengalaman saya dalam menggunakan HP Cina Android. Postingan ini sama sekali bukan untuk menjelek-jelekan merk apapun, atau memuji-muji merk apapun. Postingan ini hanya sekedar sharing oengalaman, siapa tahu bisa menjadi bahan pertimbangan untuk memilih HP Cina Android mana yang harus dimiliki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s