The Bitterman


Aku seorang diri…

Tiada yang melihat, tiada yang mendengar, hanya Tuhan dengan senyuman sinis-Nya…

Dalam siang yang terik, dalam malam yang dingin, aku seorang diri, berkeliaran…

Ada tanya di dalam hati, apa sungguhnya yang aku cari…

Tiada jawab aku dengar, namun jelas aku rasa, bahwa aku mencari seorang…

Hanya dia seorang yang mau melihat, hanya dia seorang yang mau mendengar…

Hanya dia seorang yang membuatku merasa tiada seorang diri…

 

Setiap mata ini memandang, disana aku melihat dia temaniku…

Hampir di setiap penglihatanku, aku melihatnya… ajaib aku rasa, dan Tuhan benar-benar melaksanakan tugas-Nya…

Namun begitu perih terasa, sayap dan rusukku merasa sama patahnya…

Sadari bahwa semua itu hanyalah sebongkah kenangan… aku telah merusak segalanya…

Setiap suara terdengar suaranya di telingaku…

Aroma tubuhnya selalu ku hirup meskipun hanya sebatas angan…

Dia telah meninggalkanku, dan bersatu bersama mereka yang tiada melihatku, tiada mau mendengarku…

Remuk seisi dada ini, menyadari aku merindukannya… aku terlalu merindukannya… dan semakin sakit terasa, saat menyadari aku tiada dirindukannya, tiada akan dirindukannya…

Seluruh do’a yang aku panjatkan kepada-Nya seolah tiada didengar… bahkan Tuhan sekalipun yang Maha Mendengar, tiada mendengarkan do’aku… keadaanku tiada terlihat, bahkan Tuhan yang Maha Melihat sekalipun seolah berpura-pura tak melihatku…

Kekasih hati… janganlah kau menjauhiku seperti kau jauhi penyakit… meskipun mungkin aku lebih buruk dari penyakit… betapa sakit ku sadari, jika mencintai dengan sepenuh hati , pada seorang yang mencintaiku karena sesuatu selain diriku…

Lelah…

Aku lelah mencari bayangmu…

Aku lelah menantimu…

Aku lelah khayalkanmu…

Aku lelah mengharapkanmu…

Aku lelah bermimpi bersamamu…

Aku lelah… begitu lelahnya…

Namun aku tak berhenti… karena meskipun kau telah pergi…

Bayang-bayangmu adalah satu-satunya yang tak pernah pergi tinggalkanku seorang diri…

Meski sakit ku sadari… namun itu lebih baik dari pada harus sendiri di hidup ini….

Ku buka mata untuk kulihat sesuatu selain dirimu… namun kau ada pada segala sesuatu…

Ku pejamkan mata agar tak kulihat segala sesuatu termasuk dirimu, namun di sana yang kulihat hanya dirimu… sihir apakah yang menaungiku… jika kau berharap bisa melupakanku dan membenciku… maka tahukah kau bahwa aku berharap bisa selalu cinta dan menyayangimu? Karena hanya itu yang aku punya dan tersisa?

Ketika aku bertanya pada hatiku, mengapa aku selalu sendiri…

Maka hatiku menjawab akulah lelaki yang tak diinginkan… aku hanyalah anak tangga bagi mereka

Maka hatiku menjawab akulah lelaki yang tak diinginkan… aku hanyalah sampah yang ada di antara berlian…

Maka hatiku menjawab akulah lelaki yang tak diharapkan… aku hanyalah debu yang menempel di atas daun yang hijau…

Maka hatiku menjawab akulah lelaki yang tak dinantikan… aku hanyalah penyakit dan musibah bagi mereka yang aku cintai…

Maka hatiku menjawab akulah lelaki yang tak dirindukan… aku hanyalah masa lalu yang kelam…

Maka hatiku menjawab akulah lelaki yang tak diimpikan… aku hanyalah segumpal mimpi buruk baginya…

Maka hatiku menjawab akulah lelaki yang ditertawakan… aku hanyalah pelucu yang diolok-olokan dan menjadi hiburan…

Maka hatiku menjawab akulah lelaki yang dihempaskan… aku hanyalah kegetiran yang dicicipi dan diludahi…

Maka hatiku menjawab akulah lelaki yang tak dicari… aku hanyalah bingkai usang tanpa lukisan, ada tak dihiraukan dan tak ada tak dicari…

Maka hatiku menjawab akulah lelaki yang tak dipuja… aku hanyalah kloset bagi mereka yang buang hajat dan kemudian meninggalkannya, dan mendatanginya saat akan buang hajat lagi…

Maka hatiku menjawab akulah lelaki yang tak dicintai… aku hanyalah rasa mual yang ada di dalam perut mereka…

Maka hatiku menjawab akulah lelaki yang tak dipandang… aku hanyalah si buruk yang berjalan dalam kesendirian…

Maka hatiku menjawab akulah lelaki yang tak didengar… aku hanyalah orang gila yang mabuk, tertidur dan mengigau…

Maka hatiku menjawab akulah lelaki yang tak dicium… aku hanyalah bangkai yang menebar bau busuk yang menyengat…

Maka hatiku menjawab akulah lelaki yang tak digenggam tangannya… aku hanyalah bongkahan batu yang kasar dan berlumut… setiap orang jijik menyentuhnya…

Maka hatiku menjawab akulah lelaki yang tak indah… aku hanyalah sebilah pisau berkarat yang hanya melukai…

Maka hatiku menjawab akulah lelaki yang terpahit… janganlah berharap….

Saat kutanya dari mana kau dapati jawaban itu? Maka hatiku menjawab, merekalah yang menunjukkan jawabannya kepadaku…

Kurasa ada seorang yang melakukan kesalahan besar telah menerimaku dalam hidupnya… maka aku berharap suatu saat nanti seorang ini mendapatkan seorang yang baik dan meninggalkan aku seorang diri… sebagaimana seharusnya….

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s