Nyanyian Dada…


Berdetak jantung hati, riuh merekah bagai orkestra, melebur rasa laksana pekerja besi, memalu pedang di dalam api.

Tung… tang… tung… wush…..

Bunyi laksana mantera, gelap tanpa lentera, seperti ombak menerpa bahtera, tubuhku ini menggigil… Aku memanggil, tanpa nama dan suara… hanya tetesan yang nakal, mengalir seperti bulir-bulir di atas daun keladi.

Dadaku bernyanyi…

Kekasih hati… ada dikau di dalam sini… selalu ada menyertai… tak akan tinggal juga pergi…

Maafkan jika pelukan ini, tak hangat seperti dulu lagi…

Bukan karena berkurang rasa simpati, namun melemah sudah belulang ini…

Gerakmu gemulai bak penari, bernyanyi riang bak mentari, sinari pagi di malam hari… di dalam air ku dapat api…

Kau usap dan sapu duka nestapa, menyiram segala api nelangsa…

Remuk… remuk….

Remuk aku jika tanpamu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s