Patahkan Taring Itu


Melangkah merangkul dirinya yang terbaring di pundakku

Langkah-langkah dalam pertempuran dengan hantu-hantu masa lalu

Dengan cakar dan taring mereka merobek dinding-dinding hati

Melempar peluru panas meledakkan jutaan rencana masa depan

 

Darah dan keringat membasahi tanah tertapak kaki

Napas terengah detak jantung serasa berhenti

Namun tetap erat dekapanku ini

Melewati hantu-hantu masa lalu yang ganas tak kenal ampun

 

Mencakar dan menggigit… menjambak dan mendepak

Relung-relung  jiwa yang sudah berdarah

Sabarlah kekasih hati

Kita hampir sampai

 

Pintu gerbang terbuka lebar

Namun meriam masa lalu tetap menganga lebih lebar

Garang wajah hantu-hantu masa lalu tetap geram

Tuhan… Patahkan Taring-Taring itu

 

Tiba di gerbang disambut para pasukan

Lindungi diri kami berdua, Tuhan

Patahkan cakar-cakar itu, Tuhan

Demi dirinya, Tuhan

 

Kini hantu-hantu masa lalu tetap siaga

Menjaga saat mata tak terbuka

Siap menghujam panah-panah neraka

Ke relung hati, hati ini

 

Biarlah mereka menyerang lagi

Menyerang menyerang diri sendiri

Tak ada lagi upaya memasuki gerbang ini

Karena dijaga semua malaikat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s