Pola Aneh Perempuan


Postingan kali ini tidak berniat menggeneralisir asumsi saya, hanya sebuah hasil pengamatan selama bertahun-tahun saja. Asumsi-asumsi saya adalah sebagai berikut:

  1. Perempuan punya pola “berwajah ganda”, atau ambivalen.
  2. Perempuan dalam kesunyian bisa menjadi sangat ganas meskipun tanpa alasan yang jelas.
  3. Perempuan punya “empty hole” yang bisa “dirasuki” setan, walaupun sebenarnya secara psikologis tidak semuanya dirasuki setan, namun sebagai manifestasi gejolak psikologis.
  4. Perempuan itu over-emosional; membesarkan hal-hal sepele, dan mengadakan masalah yang sesungguhnya tidak ada, hanya demi kesenangan pribadinya.

Perempuan punya pola “Berwajah Ganda” atau Ambivalen

Ada seorang perempuan yang saya kenal bertahun-tahun silam, sebut saja X. Kenal lewat YM Chatting. Empat tahun setelah melakukan  Long Distance Relationship, ketemuanlah kami. Usaha saya untuk mendekati (lebih dekat lagi) ternyata terhalang oleh variabel lain yang tidak relevan disebutkan disini. Setelah itu, mungkin karena adanya rasa kekecewaan, X selalu menggunakan identitas lain untuk meneror lewat SMS dan telpon. Dia mengaku sebagai orang lain, dan terus-terusan saja meneror dengan menyebut-nyebut ini dan itu. X tidak segan-segan mengeluarkan banyak uang untuk membeli puluhan nomor perdana GSM dan CDMA serta pulsa untuk melakukan hal ini. Setelah diusut, X sebenarnya sudah menikah, namun hal ini terus saja terjadi. Saya kemudian berasumsi bahwa X memiliki pola psikologi ambivalen. Hal semacam ini merupakan pola khusus yang “aneh” untuk beberapa perempuan di dunia ini. Mereka sangat menikmati identitas ganda yang mereka ciptakan untuk kesenangan dirinya sendiri. Mereka tidak merasa malu apabila pada akhirnya mereka ketahuan mengidap hal ini. Si X ini saya secara pribadi sebut mengidap Sindrom February (February Syndrom). Saya menyebutnya demikian karena si X lahir pada bulan tersebut, dan juga hampir bulan Februari dia melakukan hal tersebut (kumat!).

Perempuan dalam kesunyian bisa menjadi sangat ganas tanpa alasan yang jelas

Keganasan yang dimaksudkan disini adalah rasa marah yang berlebihan ketika berada dalam kesunyian. Ini bisa terjadi karena kegagalan dalam cita-cita, juga dalam dunia percintaan. Kesunyian mudah mempengaruhi perempuan, khususnya mereka yang tidak cerdas dalam mengelola stres. Perempuan yang mengidap ini bisa bunuh diri, atau membunuh orang lain. Hal ini juga terjadi pada laki-laki, namun sangat jarang, karena laki-laki bisa melarikan diri dari stres pada hal yan ringan seperti merokok atau karaoke bersama teman-teman. Perempuan, tanpa alasan yang jelas, bisa menjambak rambutnya, menghancurkan toilet di kamarnya, merobek buku hariannya, dan sebagainya, akibat pengaruh dari kenangan kegagalan yang dipicu oleh kesunyian.

Empty Hole

Kerasukan atau kesurupan 99% terjadi pada perempuan, dan 1% terjadi pada laki-laki. Perhatikan saja pada saat terjadi kesurupan masal di sekolah-sekolah, semuanya perempuan. Ini sebenarnya tidak 100% dapat disebut kesurupan atau kerasukan setan. Perempuan memiliki lobang kosong dalam psikologisnya atau dalam jiwanya. Lobang kosong ini adalah sebuah metafora, yang berkonotasi pada labilitas kejiwaan perempuan, mudah menjadi “gila” (bukan gila sebenarnya); ini berkaitan dengan pola nomor 1. Pada saat kesurupan, perempuan mengaku sebagai “bukan dirinya”, tetapi sebagai pribadi yang lain, dan mereka menikmatinya. Ini bisa juga dipicu oleh besarnya hasrat untuk dikasihani atau diperhatikan. Meskipun demikian, terjadi juga kesurupan atau kerasukan setan yang sebenar-benarnya; dan itupun terjadi pada perempuan. Ini menunjukkan perempuan itu labil, mudah dikontrol oleh alam bawah sadarnya; bahkan dikontrol oleh setan.

Problem Maker

Karena emosi yang  berlebih-lebihan, perempuan biasanya suka membuat masalah kecil menjadi besar, dan membuat masalah yang pada awalnya tidak ada. Ini memang sangat merepotkan. Perempuan bisa menuduh dan meneror laki-laki atas apa yang sama sekali tidak ada. Hal ini dilakukan demi kesenangan pribadinya saja. Ini mungkin saja dipicu oleh rasa dengki, rasa marah, jengkel, namun tidak ada alasan untuk melampiaskannya. Hal ini tidak jarang menyebabkan seorang perempuan melampiaskan emosinya pada orang lain, dengan cara menciptakan masalah atau membesarkan masalah yang pada awalnya tidak ada.

— 

Melihat hal-hal tersebut, saya jadi berfikir sangat berbahaya perempuan dengan pola ini. Saya menganjurkan setiap laki-laki untuk berhati-hati memilih pasangan; sebelum terlambat dan diketahui bahwa perempuannya mengidap sindrom-sindrom di atas…

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s