Facebook dan Identitas Diri


Anda punya sebuah akun Facebook? Mungkin iya mungkin tidak. Tapi sebagian besar orang yang sering surfing di internet punya akun facebook. Facebook, seperti webforum yang lain, memiliki aspek negatif dan positif. Saya sendiri menggunakan facebook dengan berbagai tujuan, terkecuali tujuan komersil… not at all.

Judul postingan ini “Facebook dan Identitas Diri” memiliki makna tertentu. Dan tahukah anda bahwa kita memiliki persoalan dengan identitas diri, khususnya dalam dunia Facebook-an. Saya tidak mungkin menggeneralisir asumsi ini, karena beberapa dari sekian banyak pengguna facebook tidak mengalami krisis ini.

Baiklah, saya akan utarakan beberapa hal yang menurut saya merupakan sebuah kepalsuan yang melatih kita untuk menciptakan ambivalensi wajah dan personalitas kita.

Pertama: Benarkah kita adalah “xxxx”?

Nama seorang teman adalah Muhammad Irfan dan di facebook dia bernama Mozard, misalnya. Ini sebuah tradisi facebook, trend, bahwa tidak menggunakan nama asli itu keren… Ini sebuah latihan untuk menciptakan pribadi lain dalam persona kita. Saya memang bukan psikolog yang berhak menjelaskan hal ini. Namun menurut saya nama di facebook memang secara superficial hanyalah sebuah nama saja. Namun sebenarnya ada pola yang tercetak dalam layer kesadaran bahwa saya adalah Muhammad Irfan dan Mozard.

Selain itu, kita juga menyembunyikan tanggal lahir, bulan lahir, dan tahun lahir… Kita tidak ingin diketahui… tetapi berusaha tampil di kancah dunia publik yang tanpa batas. Ini seperti menyirami diri dengan bensin, memantik korek api, namun tidak ingin terbakar. Persoalan ini menjadi lebih rumit ketika kita berusaha tampil dengan pola yang lain dengan kehidupan nyata yang sebenarnya.

Kedua: Apakah status kita riil?

Setiap hari orang meng-update status facebook mereka. Namun apakah setiap status itu riil? Jangan-jangan status-status itu hanya kebohongan saja. Status seperti “Aduh… kok sait perut lagi yah?” sementara kenyataannya justru tidak demikian. Hanya karena ingin dikomentari, orang akan membuat status apa saja… Jika statusnya seharian tidak dikomentari, maka sedihlah orang itu.

Apakah ada masalah dengan hal itu? Tentu saja… hal demikian sangat berpengaruh pada kejujuran diri. Berupaya mendapatkan apresiasi dengan cara yang tidak riil. Kita menuliskan status untuk menunjukkan keadaan (state of) yang tidak sesuai dengan kenyataan; tidak riil.

Setiap status di facebook terbaca oleh siapa saja yang berada pada daftar pertemanan kita. Mereka berasal dari kultur yang berbeda-beda. Harusnya disadari bahwa ada hal-hal tertentu yang tidak bisa (ini sebuah keharusan, jika tidak dipatuhi maka berhenti jadi manusia!) dipublikasikan. Kata-kata seperti caci maki, sangatlah tidak etis disebutkan, hanya untuk menciptakan citra kondisi depresi; celakanya, sudah begitu, kebanyakan tidak riil.

Ketiga: Benarkah kita berteman?

Kita mendapatkan pemberitahuan bahwa ada seseorang ingin berteman dengan kita di facebook. Kita kemudian menekan link konfirmasi, untuk mendaftarkan orang tersebut sebagai teman kita. Sayangnya, arti kata “teman” di facebook tidak sama pada kenyataannya. Teman yang kita pahami di alam nyata adalah lebih dari sekedar kenalan, namun di facebook, teman-teman kita malah ada yang kenalpun tidak.

Kita tidak menggubris status mereka, tidak suka mereka menggubris status kita, dan sebagainya. Kita tidak benar-benar berteman, atau tidak berteman sama sekali dengan beberapa orang di facebook. Tujuan facebook sebenarnya untuk menciptakan jalinan pertemanan (bahkan percintaan) yang sebenarnya, yang riil. Anehnya, pengguna facebook malah membuat pertemanan sebagai “teman maya” atau “virtual friend”. Ini sangat aneh… artinya, berteman di facebook tidak berarti berteman di dunia maya… sehingga yang benar-benar teman di facebook adalah orang yang memang sudah berteman sebelum ada facebook.

Bijaksanalah dalam menggunakan facebook atau webforum yang sejenisnya… manfaatkanlah setiap hal secara serius dan positif…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s