Pengkhianat di sekitarmu, jangan membenci mereka


Kemarilah kawan, nikmati secangkir kopi dan sebatang rokok tak akan memakan waktu yang lama. Dengarkan kata-katau yang singkat untuk hari ini. Aku ingin berbicara mengenai siapa orang-orang yang ada di sekitarmu itu, dan yang ada di sekitarku ini.

Pengkhianat, orang-orang telah berkhianat pada kita. Mereka bermanis wajah, namun mereka sebenarnya tidak setia kepada kita. Kesetiaan sudah langka di saat ini, di hari ini, dan memang sudah sejak lama. Berhati-hatilah wahai kawanku, jangan menceritakan bagaimana rasanya sakit di hati, dan bagaimana rasanya manis cinta dan bahagia kasih sayang.

Mereka yang setia kepadamu adalah mereka yang tidak berbicara tentangmu. Mereka yang tidak memujimu saat engkau berhadapan dengan mereka. Mereka adalah orang-orang yang tega mengatakan bahwa apa yang engkau lakukan adalah salah, tepat di depanmu, karena mereka menghendaki kebaikan untukmu.

Bukankah engkau lebih memilih berteman dengan orang yang setiap hari menyanjung dan memujimu? Bukankah engkau tidak suka dengan orang yang tak habis-habisnya mengkritikmu? Engkau merasa tidak nyaman dengan kritikan, engkau merasa nyaman dengan pujian. Ini sebuah pertanda wahai kawanku, bahwa engkau memilih pengkhianat sebagai temanmu.

Orang yang memuji kita di hadapan kita adalah orang yang mencela kita di belakang kita. Orang yang menegur kesalahan kita di depan kita adalah orang yang apa adanya, orang yang menghendaki kebaikan kita, yang meskipun orang tersebut tidak memuji kita di belakang kita, namun tidak pula mereka cela di belakang kita.

Hidup ini pahit saudaraku. Pahitnya seperti kopi tanpa gula yang sedang kita nikmati ini. Maka maniskanlah hidup ini dengan kebaikan dan perbaikan; seperti kita memaniskan kopi kita ini dengan beberapa sendok gula yang ada di dapur. Namun pahit dan getir itu tidak identik dengan ketidakbahagiaan; manis itu tak selalu baik kawanku.

Jika memang harus memilih antara manis dan pahit, maka perhatikanlah terlebih dahulu. Pilihlah pahit yang baik, daripada memilih manis yang buruk. Dan celakalah engkau jika memilih pahit yang buruk dan menolak manis yang baik.

Aku menyayangimu wahai kawanku. Satu pesan terakhirku, jadilah seseorang yang senantiasa menghendaki kebaikan bagi kawanmu, bahkan jika engkau harus memberikan kepahitan untuknya. Janganlah membenci kepada siapapun, terkecuali membenci musuh agamamu, musuh Tuhan dan nabimu. Jangan membenci mereka karena hawa nafsu dan egomu; namun bencilah mereka dengan kebenaran. Jika engkau tidak yakin dengan hatimu sendiri, maka perangilah mereka tanpa kebencian. Haruskah kita membenci pengkhianat? Tidak seharusnya demikian, bencilah sifatnya, agar tidak tertular kepadamu. Janganlah membenci orangnya, karena sesungguhnya dia masih membutuhkan kebaikan darimu yang membuatnya baik pula. Jika tak bisa, maka tinggalkanlah dia tanpa harus membencinya.

Selamat jalan saudaraku, terima kasih telah mendengarkanku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s